Hitz di Langit by Yuvariz #ISLAMTIME

Assalamu'alaikum!

Kvetha fricaya! How ya doin'? 
What's up? How's life? 
I hope you are doing great even if everything sucks <3
Welcome to Islam Time!
Yes, #IT stands for Islam Time. In #IT , I will share anything related to Islam. 

Bismillah, let's start!


Guys, sering banget ya kita denger kata-kata “ciee hitz” “nak hitz yha sekarang” 

“hitz mbak” “hitz mas” dan lain sebagainya. 
Hitz yang dipakai pada ungkapan diatas itu biasanya sih, mengarah ke pose foto yang lagi trend,
 likes banyak, make up oke, rambut badai, dan sebangsanya. 
Mirisnya, baju kurang bahan juga dianggap hitz. 
Naudzubillah... Sebagian orang bangga dengan predikat 
hitz yang melekat pada dirinya, sebagian lagi tak mengakuinya. 
So, gimana nih menurut islam terkait fenomena anak hitz jaman sekarang?

Pernahkah terbayang ga pas kita nge-post foto/video di socmed, pas ga sih sama ajaran agama kita? Atau ya cuma biar dibilang hitzaja? Lemme tell you, segala sesuatu itu yang berarti adalah nilainya di hadapan Allah, bukan nilainya di hadapan ciptaan Allah. 

Worry about what Allah thinks about you 
before what others think about you.

Memang ga mudah, siapa sih yang gamau tampil baik di hadapan orang2? Gaada salahnya kok tampil baik di depan orang2, namun alangkah lebih baiknya jika kita tampil baik di hadapan Allah. Pakai gaun mewah, mengumbar aurat,
 make up on, hair done, nail done, everything’s done bakal buat orang2 terpana melihat kita. Tapi apakah Pencipta kita senang melihat diri kita seperti itu?

Allah memang cinta keindahan, namun
 bukan keindahan seperti itu yang dimaksudkan. Coba pakai rok atau gamis, kerudung, kaos kaki, dan sepatu sederhana. Mungkin kalo soal outfit hitz sih kalah sama yang gaun tadi. Tapi di hadapan Allah, masya Allah, Ia akan sangat senang ketika hambaNya menjaga apa yang telah Ia berikan kepadanya. Dan kita sebagai wanita juga lebih tampak terhormat dan terjaga. Okay, about pakaian syar’i in sya Allah, we will talk about it in the different post aja yaa. This time, I'm tryna share gimana cara kita hitz di langit a.k.a hitz di hadapan Allah. It's not 100% my writing, I mainly look at some reliable islamic website for references and ask my teacher about the materials. 

Gimana sih biar kita bisa ada di daftar orang2 yg disukai sama Allah, Rasulullah, MalaikatNya selain sholat 5 waktu, puasa Ramadhan, zakat, dll ?

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud ra bahwa, 

“Saya bertanya kepada Nabi, ‘Apakah amal yang paling dicintai oleh Allah?’ Beliau bersabda, ‘Shalat pada waktunya’ Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau bersabda, ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Saya bertanya, ‘Kemudian apa lagi’? Beliau bersabda, ‘Jihad (berjuang) di jalan Allah.”‘ Ia berkata, “Beliau menceritakan kepadaku. (Dalam satu riwayat: “Saya berdiam diri dari Rasulullah.”) Seandainya saya meminta tambah, niscaya beliau menambahkannya.” (H.R. Bukhari, hadits Shahih dan terdapat di dalam Shahih Bukhari)

*p.s : jadi maksudnya, Ibnu Mas'ud gatanya lagi, jadi Rasulullah cuma sebutin 3*

Sholat di awal waktu : Loh katanya selain sholat? Iya, ini bukan sekedar sholat. Tapi sholat di awal waktu. As we know, sholat adalah suatu hal yang wajib bagi diri setiap muslim. Tiangnya agama, amalan yang paling pertama di hisab. Ketika adzan berkumandang, usahakan cepat-cepat mengambil air wudhu, sebab apa? Tak ada yang menjamin kita akan hidup satu jam, satu menit, bahkan satu detik setelah adzan berkumandang. So, jangan sia-siakan nikmat nafas dan detak jantung kita untuk menunda sholat jika tidak ada halangan syar’i ya!
Berbakti pada orang tua
 : ini mah sudah pasti ya, guys! Kedudukan orang tua sangat tinggi sampai doa orangtua untuk anaknya bagai doa nabi untuk umatnya, Ridho Allah terletak pada ridho orang tua, begitu pula murka-Nya. Coba baca deh kisah Uwais Al Qarni yang tak dikenal banyak orang dan juga miskin, namun sangat taat kepada ibunya sehingga Rasul menyebutnya sebagai penghuni langit karena sangat terkenal di langit. Sampai-sampai Rasul menyarankan jika Umar bertemu dengannya untuk memintanya memohonkan ampun kepada Allah untuk Umar. Masya Allah! 

Jihad di jalan Allah : eitts, jihad bukan hanya sebatas perang, guys! Banyak sekali bentuk2 jihad yang bisa kita lakukan sebagai remaja, contohnya: menuntut ilmu dengan ikhlas dan sungguh-sungguh, memerangi hawa nafsu, berbakti kepada orang tua, membantu fakir miskin, dll. 

Dari Abul ‘Abbâs Sahl bin Sa’d as-Sa’idi Radhiyallahu anhu , ia berkata, “Ada seseorang yang datang kepada Rasulullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata, ‘Wahai Rasulullâh! Tunjukkan kepadaku satu amalan yang jika aku mengamalkannya maka aku akan dicintai oleh Allah dan dicintai manusia.” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Zuhudlah terhadap dunia, niscaya engkau dicintai Allah dan zuhudlah terhadap apa yang dimiliki manusia, niscaya engkau dicintai manusia.” [Hadits hasan, diriwayatkan oleh Ibnu Mâjah dan selainnya dengan beberapa sanad yang hasan]

·     Apa itu Zuhud? In sya Allah di next post, ya! :D

·     “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain
(HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ no:3289).

Sering banget ya denger hadits ini? Ya, bermanfaat bagi orang lain. Bisa dalam baaanyak hal. Tapi inget, harus dalam kebaikan. Jangan sampe karena kata-katanya "bermanfaat" kita juga ngelakuin
 hal-hal terlarang yang membawa manfaat. Contohnya? Ngasih contekan ke temen pas ulangan. Itu emang bermanfaat buat nilai bagus, tapi kerjasama seperti itu kan namanya curang dan itu dilarang sama Allah. Jadi gamasuk tuh sama kategori "bermanfaat" yang dimaksud.



Di hadits lain, Rasul juga nyebutin beberapa hal yang buat kita dicintai Allah. Contohnya:

- membuat orang lain senang  : bisa lewat ngasih hadiah, ga mbicarain kejelekannya, nyemangatin pas lagi down, and many things!
- meringankan kesulitan orang lain : yang paling sering sih, di sekolah tuh. Kalo kita paham sama materi pelajaran, misalnya Fisika. Terus ada temen kita yang minta bantuan, ya bantulah. Kalo ada temen yang kayanya laper banget tapi gabawa uang, traktirlah dulu kalo kita ada kelebihan rezeki. Jangan peli-pelit dalam masalah apapun. Mau itu uang atau ilmu. Dua-duanya gabakal abis guys kalo kita bagi, itu udah janji Allah. Malah semakin bertambah.
Jangan takut juga nih, biasanya ada kasus:
 yang diajarin dapet nilai lebih bagus pas ulangan dari pada yang ngajarin. Ya memang sebel lah ya kalo gitu, tapi coba ikhlas deh. Kita bantu dia kan supaya ngerti, eh dia dapet lebih bagus, ya kita ikut seneng dong kita dengan izin Allah bisa bantu dia buat dapet nilai bagus dengan cara yang ga curang. Dan buat kita sendiri, mungkin kurang teliti gitu, ya wajarlah, buat pelajaran besok-besok. Stay positive aja, k? Ini cuma masalah nilai guys, keep calm. Karena nanti, kita bakal di bantu juga sama Allah. Siapa coba yang gapengen dibantu Allah?

“Barangsiapa yang memudahkan seorang mu’min dari berbagai kesulitan-kesulitan dunia, Allah akan memudahkan kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat." (HR. Muslim)

Menjadi Keluarga Allah  : Kalo kita jadi keluarga Allah, udah pasti dicintai sama Allah. But how? Dalam salah satu hadits riwayat Ahmad disebutkan, Rasulullah bersabda bahwa Allah memiliki keluarga diantara manusia yaitu para ahlul qur'an. Merekalah keluarga Allah di bumi dan hamba pilihanNya.
Kalo denger kata
 ahlul qur'an, bayangan kita langsung ke orang yang hafal al-qur'an. Lemme tell you, it's not just about memorizing qur'an. Syaikh Shalih Al-Fauzan menjelaskan bahwa yang dimaksud ahlul qur’an  bukan orang yang sekedar menghafal dan membacanya saja. Ahlul qur’an (sejati) adalah yang mengamalkannya, meskipun ia belum hafal Qur’an. Orang-orang yang mengamalkan Al-Qur’an; menjadikannya panutan, menjalankan perintah dan menjauhi larangan, serta tidak melanggar batasan-batasan yang digariskan Al-Qur’an, mereka itulah yang dimaksud ahlul qur’an.
So, 
buat kita-kita yang belum hafal qur'an nih, jangan kecewa. Kita juga bisa kok jadi keluarganya Allah, tapi jangan lupa tambah hafalan qur'an dan menjaganya juga, ya!

Menahan amarah : in sya Allah dibahas di postingan berikutnya juga, ya! ;) 

Sooo yeah. That's not really all. But, the point is.  Spread kindness. It doesn't cost a damn thing, guys. Even, if we do kindness to other we actually are doing kindness for our own selves. I bet you know what I mean, right?

“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri
” (QS. Al-Isra:7)

Semoga bermanfaat! 
Sumber : https://yuvariz.blogspot.co.id/

Comments